semakin anda mengeluh, semakin berat yang anda rasakan

Kamis, 02 Desember 2010

Freemasonry (Zionis) Ada di Indonesia

Freemasonry atau bahasa Belandanya Vrijmetselarij merupakan gerakan rahasia dari kaum Zionis atau Yahudi yang bertujuan menghancurkan Islam di seluruh dunia. Tidak luput juga di Indonesia. Meskipun sejak dikeluarkan Surat Keputusan Presiden 27 Februari 1961 yang melarang sekaligus membubarkan perkumpulan tersebut, tetapi nyatanya mereka masih gigih bergerilya dengan cara menyusup ke berbagai sektor. Media dan telekomunikasi termasuk diantaranya.


Siapa tak kenal Trans TV. Televisi swasta yang mengemas program acaranya demikian menarik dan beragam. Dengan berperan sebagai serigala berbulu domba, Yahudi melancarkan serangannya dengan tanpa disadari oleh para pemirsa muslim Indonesia. Bila tidak waspada, lambat laun generasi muda Islam akan mengikuti gaya hidup yang jauh dari nafas Islam sebagaimana yang mereka harapkan. Bagi mereka, kalau tidak bisa menarik ke dalam agama mereka, setidaknya mengikuti gaya hidup yang mereka inginkan. Makanya tidak heran selama Ramadhan kemarin, diadakan perubahan total jam tayang. Acara yang memutar film-film bioskop yang biasanya diputar jam sembilan mereka pindahkan menjadi jam tujuh. Bisa ditebak targetnya. Para pecinta film akan lebih memilih menonton bintang film idolanya daripada capek-capek tarawih dan tadarus di masjid. Dan tahukan anda bahwa logo dari televisi ini mempunyai kemiripan dengan logo Freemasonry. Kecil kemungkinannya kalau hal ini dianggap sebagai sebuah kebetulan.


Selain Trans TV, SCTV juga dikabarkan 21% sahamnya dimiliki oleh Israel melalui PT. Mitra Sari Persada. Ada pula saham spekulan Yahudi internasional, George Soros yang disebut-sebut masuk melalui Bahkti Investama, salah satu pemegang saham jaringan majalah Tempo.


Kedok lain yang dipakai Yahudi di Indonesia adalah melalui jalur telekomunikasi. Ketika Indosat melakukan divestasi, 41,94% sahamnya dibeli oleh Singapore Technologies Telemedia (STT), anak perusahaan SingTel, yang para pengelolanya merupakan hasil didikan Israel. Kalau dilihat dengan teliti, logo Indosat sekarang merupakan metamorfosis dari Bintang David yang merupakan simbol bangsa Yahudi.

Jika Freemasonry sudah terlarang di Indonesia, bukan berarti mereka tidak akan terus berusaha untuk tetap bercokol. Mereka tidak akan tinggal diam selama kaum muslim belum mengikuti agama mereka. Atau setidaknya mengikuti kehidupan sebagaimana mereka hidup. Allah sudah memperingatkan hal ini dalam surat Al-Baqarah ayat 120.

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Minggu, 28 November 2010

teman

Teman, aku merasakan hidup ini amat melelahkan. Aku lelah dengan kehidupan yang menghimpit aku dari segala penjuru, dari berbagai segi, dan dengan berbagai cara. 

Teman, apakah kau merasakan apa yang aku rasakan saat ini? Apakah kau juga lelah dengan kehidupan ini sama seperti aku? Atau kau bahagia dengan hidup yang kau jalani sekarang?

Teman, aku tahu bahwa berkeluh kesah itu akan menambah keletihan yang aku rasakan ini. Aku tahu itu. Tapi aku tak kuasa lagi, teman. Aku ingin berteriak sekencang mungkin untuk menumpahkan beban yang ada dalam otakku, punggungku, tanganku. 

Teman, kini aku merasa bak daun yang di tiup angin. Tak kuasa menentukan arahnya, tak kuasa menguasai dirinya. Aku rapuh, sekuat apapun aku punya kerapuhan jua. Setegar apapun aku pernah mengeluh. 

Teman, bagaimana mengatasinya ini? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ingin berteriak, tapi rasanya mulutku enggan untuk ku buka. Aku ingin berkeluh kesah, tapi aku malu pada orang yang selalu aku semangati. 

Teman, aku tak setegar yang kau pikir, aku tak sekuat yang kau kira, aku tak sehebat yang kau duga. Ah, aku jauh dari sangkaan-sangkaan kalian yang baik. 

Teman, bolehkah aku minta waktu mu barang sedetik untuk ku sandarkan kepalaku pada pundakmu yang lebih kuat dari pundakku? Aku letih saat ini.

Teman, jangan kau tanyakan kenapa aku ini. Kenapa aku yang tak seperti biasanya. Aku pun tak tahu. Mungkin karena saat ini aku mencapai titik jenuhku. Ya, adakalanya aku pun merasakan kejenuhan dalam hidup ini.

Teman, siapa yang akan menyemangati ku? Siapa yang akan mendengarkan celotehanku? Siapa yang akan mengembalikan semangat yang selalu membara dalam jiwaku? Kaukah itu?

Teman, aku rasa aku tak jauh lebih baik darimu. Aku lebih rendah darimu. Melihat senyummu akan membuatku tersenyum pula, melihat senda gurau kalian membuatku bersyukur mendapatkan kalian yang selalu ceria.

Teman, tahukah kamu bahwa saat ini aku sedang merindu teramat sangat. Aku ingin menjumpai orang yang aku rindu tapi aku tak bisa menjumpainya dan hal yang tak mungkin juga mustahil untuk aku temui mereka. Mungkin karena kerinduan ini pula aku seperti ini.

Teman, dadaku terasa sesak dengan rasa rindu yang amat menggebu ini. Beribu-ribu hari aku tak jumpa dengan mereka. Tak mendengar suaranya, tak melihat senyumannya, tak menyentuh tangannya, tak memeluk badannya. Apa kabar mereka yak? Semoga baik-baik saja.

Teman, aku merasakan kecewa yang harus ku hadapi dengan kesabaran. Entah mengapa, aku pun tak tahu. Orang yang ku kira lebih dari ku ternyata ia seperti itu. Ia marah-marah padaku, ia menyalahkanku. Padahal itu adalah perjuangan bersama yang seharusnya kita sebagai teamwork bekerjasama bukan saling menyalahkan. 

Teman, di tambah lagi dengan temannya yang menyalahkanku. Dia mengatakan bahwa aku yang membuat gagal rencana dia. Padahal dia tahu bahwa apa yang aku lakukan adalah perjuangan juga. Tugas yang tidak bisa di tinggalkan. Kecewa kedua kali.

Teman, hanya dengan bersyukur keletihan, kerinduan, kekecewaan ini akan sirna. Hanya dengan mendekatkan dan mengingat Allah hati yang gundah gulana ini akan tenang dan tentram. Aku pikir aku manusiawi mempunyai sifat seperti itu, asal tidak berlarut-larut.

Teman, kini saatnya aku membangun dan memanaskan kembali semangatku. Tak ada kata letih, tak ada yang dapat menghalangiku untuk terus melangkah ke depan sana mencapai tujuanku.

Teman, terima kasih atas kehadiran kalian yang sangat berarti untukku. Karena kalian hidupku lebih indah dan berwarna. Terima kasih Allah Kau mengirimkan orang-orang HEBAT seperti mereka. Wonderful. Aku sayang kalian, teman.


Di persembahkan untuk orang-orang di sekitarku yang aku sayangi :)

Jumat, 26 November 2010

Indonesiaku

Indonesia, bumi yang amat ku cintai sekarang terpuruk lesu di manfaatkan banyak manusia-manusia yang haus akan kekuasaan. Bumi yang amat kaya dengan sumber daya alam di setiap jengkal tanahnya, di setiap meter kubik lautnya, dan di hamparan udara yang sejuk dengan rindangnya pepohonan. Aku selalu bermimpi, kapan Indonesia bangkit dari keterpurukan ini. Kapan Indonesia di pimpin oleh pemimpin-pemimpin yang tepat. Saat ini, pemimpin yang ada hanya memikirkan diri mereka sendiri. Memikirkan ‘kebusukan-kebusukan’ yang mereka sebarkan dimana-mana agar tak tercium banyak orang ya walau ada orang yang mengetahuinya tapi sebagian di nina bobokan. Sedih jika memikirkan derita bumi pertiwi ini. Wilayah yang luas, sumber daya manusia yang banyak, tapi sayang di pegang oleh penguasa yang tidak tepat.


Apa sebenarnya yang terjadi di bumiku ini? Bumi dimana aku di lahirkan, di besarkan, di didik. Dan apa yang harus aku lakukan dengan banyaknya yang menyimpang dari nilai-nilai ketimuran. Adakah orang yang masih memakai adat-adat timur? Zaman globalisasi seperti ini amat berdampak pada lingkungan di Indonesia. Globalisasi adalah arus yang membawa westernisasi yang berakibat pada tidak cinta dan bangganya seseorang pada bangsanya sendiri. Mereka lebih bangga jika menggunakan label BARAT, padahal kita adalah orang TIMUR, yang tidak sama nilai-nilai kehidupannya dengan mereka. Mungkin menurut mereka apa yang mereka lakukan adalah hal yang wajar, tapi belum tentu jika itu di lakukan di negeri yang kental dengan religius. Apa yang di pakai orang lain pantas bukan berarti jika di pakai oleh kita pun pantas. Setiap bangsa mempunyai karakterisitik, rasanya karakteristik jiwa-jiwa masyarakat Indonesia mulai pudar. Mana manusia Indonesia yang rela berkorban jiwa raga demi negaranya seperti orang-orang zaman dahulu? Mana rasa nasionalisme? Mana bukti cinta kita kepada negara? Kita selalu menuntut pemberian negara tapi apa kita sudah berkontribusi untuk negara ini?


Imperialisme sedang terjadi di bumi ini. Tapi bukan jajahan seperti 4 abad yang lalu. Kini jajahan itu berupa jajahan pemikiran. Kita terus di jejali dengan berbagam macam pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi otak kita sehingga kita tidak lagi peduli dengan kemerdekaan yang sebenarnya di sini. Ya, kita di nina bobokan, kita di manja dengan teknologi canggih. Kita di buat tidak sadar bahwa itu merupakan jajahan, jajahan yang lebih berbahaya dari jajahan seperti zaman Belanda atau Jepang. Mereka di jejali dengan teknologi, makanan, fashion, dan yang lainnya. Berapa banyak orang yang bangga makan d KFC atau McD ke timbang makan di WARTEG atau RM.Padang? seolah makanan tradisional dan makanan khas Indonesia buat mereka adalah makanan yang ga banget, norak, ga gaul, kampungan, dan lainnya. Itulah tujuan dari FOOD, meracuni orang agar tidak cinta dengan hasil orang-orang di negerinya sendiri. Lalu FASHION, berapa banyak model pakaian yang tidak sesuai dengan budaya TIMUR? Tujuan mereka untuk meninabobokan para wanita dan membuat mereka bangga memakai produk luar, model pakaian artis Internasional juga gaya hidupnya, tak ada lagi aku rasa yang bangga dengan Indonesia. Miris melihat keadaan seperti ini. Anak muda apalagi, di cekoki dengan FOOD FILM FASHION, dan itu mudah sekali mereka terima. Melalui FILM, mereka dapat menanmkan nilai-nilai yang bertolak belakang dengan budaya timur semisal SEKS BEBAS.


Aku rasa ‘mereka-mereka’ itu berhasil meninabobokan sebagian besar masyarakat di sini. Mereka di bentuk untuk hidup bebas, tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya, individualisme, glamour, etc. Mereka di nina bobokan agar tidak tahu keadaan dunia sebenarnya, dimana begitu kompleks masalah yang sekarang sedang terjadi. Mereka di buat nyaman dengan kehidupannya, mereka yang begitu banyak di ‘stir’ oleh beberapa orang saja. Betapa jeniusnya ‘mereka’. Seolah merekalah sutradara di dunia ini. Mengatur ini itu sesuai keinginan mereka. Fitnah sana sini, menghilangkan hak-hal yang benar dan menimbulkan hal-hal yang salah.
Lalu, apa solusinya? Solusi yang aku ajukan adalah kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Dengan dua sumber hukum ini dunia akan sejahtera dan tidak akan ada lagi ketimpangan-ketimpangan yang di rasakan seperti sekarang. Al Qur’an ibarat buku manual manusia yang jika kita mengikuti petunjuk-petunjuk di dalamnya niscaya kita selamat. Ya ibarat kata merakit komputer tentu butuh panduannya, nah Al Qur’an inilah panduannya untuk hidup manusia menuju jalan yang benar. Al Qur’an bersifat universal, jadi jika ada yang bilang bahwa Al Qur’an hanya dapat di gunakan oleh Muslim itu salah besar. Namanya universal tentu berarti umum dan menyeluruh. Al Qur’an bukan panduan untuk Muslim saja tapi juga di luar itu. Manusia ibarat barang elektronik yang di ciptakan dengan buku manualnya dan jika rusak tentu harus di perbaiki dengan cara di serahkan pada ahlinya, sama halnya manusia jika ada yang ‘rusak’ harus di perbaiki oleh penciptanya, Allah, dengan cara Al Qur’an.

Wassalam
Jazakumullah
Semoga bermanfaat


Salam

-imar-

Kamis, 25 November 2010

tentang aku

Hari semakin malam, masih saja ku tatap layar laptopku dengan akun facebook yang ku buka dan beberapa link lainnya. Memang, akhir-akhir ini aku sering sekali online, update dengan jejaring sosial tersebut sekedar menghilangkan penat setelah seharian di sibukkan dengan mata kuliah, kemacetan, padatnya jalanan ibukota yang setiap hari ku telusuri untuk menimba ilmu di sana. Seakan tak ada hal lain lagi yang dapat aku lakukan selain online dan seakan komputer jinjingku ini adalah teman setiaku yang bisa ku ajak kemana pun, kapan pun dan dimana pun. Entah kenapa aku seolah tak bisa lepas dari menjinjing tas kecil berisi laptopku. Mungkin karena rasa sepi yang selalu menyelimutiku aku melarikan diri pada teman setiaku itu. Ya, siapa lagi yang bisa menjadi tempat share selain dia? Hidup ku bagai hutchi si lebah yang hidup sebatang kara. Tak ada orangtua, yang ada hanyalah teman-teman yang dengan mereka bisa ku lupakan sejenak hal penat dalam otakku yang sesak ini. Kakak-kakakku? Seolah sibuk dengan kesibukan dan kebutuhan mereka masing-masing apalagi mereka telah berkeluarga tentu akan berbeda keadaannya. Pasti mereka memprioritaskan anak, suami dan istri mereka. Tuhan, hal apakah ini yang terjadi pada diriku? Kesepiankah yang akan terus Kau berikan padaku? Letih rasanya jika terus ku bergumam seperti itu. Harus ku lakukan adalah berpikir positif terhadap apa-apa yang telah Dia berikan padaku hingga detik ini ku bernafas dan berdiri tegak.



Banyak yang bilang bahwa aku adalah orang yang tidak banyak masalah, selalu senang, banyak uang, dan lain sebagainya yang jika ku pikirkan sama sekali tak sama dengan kehidupanku. Bukan aku tak bersyukur, tapi jika berbicara fakta ya itulah keyataannya. Tapi selalu ku ucap syukur padaNya dengan segala kerendahan hatiku. Terima kasih ya Allah Kau tak menunjukkan keletihan yang aku rasa selama ini kepada mereka. Alhamdulillah, semoga itu menjadi doa untuk diriku yang Kau ijabah. Aku selalu yakin dan optimis akan hidupku di masa depan, yang mana aku akan sukses dengan merintih dari bawah, merintis dari nol. Dari keadaan seperti ini lah akan ku dapat nikmat yang belum pernah ku rasa sebelumnya.


8 tahun sudah cukup membuatku mandiri, dewasa, tegar, menghargai apapun, menilai sesuatu dengan nilai positif, dan mengenal Penciptaku lebih dekat. Tuhan, kini ku tahu apa yang Kau mau. Kini ku tahu hikmah dari 8 tahun yang Kau berikan. Walau tak ada yang mengajarkanku arti kehidupan ini, tapi Kau, melalui kejadian-kejadian dalam hidupku mengajarkanku akan semua itu. Tak ada yang bisa membeli kenikmatan yang aku rasa saat ini. Walau SBY sekalipun atau Bill Gates yang berniat membeli, dan walau bisa di jual tak akan aku jual semua ini hanya demi kesenangan sesaat “uang”, yang menurut sebagian besar orang bisa membuat mereka bahagia dalam menjalani kehidupannya. Tak akan ku sia-siakan Rabb apa yang Kau beri, tak akan ku jual Rabb apa yang Kau gratiskan, tak akan ku lupa nikmat-nikmatMu itu.
aku bukanlah seorang yang patut di contoh, aku bukan pula orang yang patut untuk di kagumi, aku hanya seorang manusia yang sedang bertaubat atas kesalahan dan kebodohanku di masa lalu. Kesalahan yang tak perlu ku katakan di sini, kebodohan yang mungkin hampir setiap orang melakukannya. Dari kesalahan dan kebodohan itulah aku ingin memperbaiki diri dan ku mulai lagi hidupku dari awal.


Berawal dari masalah yang ku buat sendiri, ibarat ku gali lubang dan aku jatuh dalam lubang yang ku gali itu. Kejadian itu bermula dari aku yang mencuri-curi mengkhianati diriku. Bangunan yang ku bangun sejak lama aku runtuhkan sendiri. Berawal dari main-main, berlanjut mulai mengena ke hati, tapi ada masalah lain yang muncul. Pihak ketiga yang memperkeruh keadaan itu, ya ampun apalagi ini pikirku? Tak bolehkah aku mengurus urusanku sendiri, tak bisakah kamu diam sejenak dari celotehan-celotehanmu itu? Demi Rabbku, kamu begitu menyakitiku. Kecewa, pasti. Aku bukan orang yang bisa legowo terhadap orang yang telah mengecewakanku. Andai saja kamu tak begitu, pasti masalah yang kini ku hadapi tak akan terjadi. Kini ku harus menggali lagi lubang untuk menutupi lubang lainnya. Tapi bukan solusi yang ku dapat, tapi aku makin terperangkap di lubang yang berbeda ini. Kini, bertambah orang yang ku sakiti. Untuk yang merasa ku sakiti dengan apa pun sebesar apapun, maafkan aku. Tak ada niat sedikitpun untuk melukai hati kalian. Maaf beribu maaf aku lakukan hal ini. Maaf beribu maaf aku melibatkanmu dan seolah memanfaatkanmu dan seakan menjadikanmu pelarian yang berakhir dengan masalah baru dan rasa sakit yang baru.


Harapku disini, kalian lupakan aku. Maaf aku membohongi diriku, diri kalian, tapi aku tak bisa. Kecewa, aku yakin itu yang kalian rasakan. Mungkin mulai ada pikiran bahwa aku wanita yang hanya bisa menyakiti kalian, terserah apa kata kalian. Yang pasti selalu ada alasan dalam melakukan sesuatu walau alasan itu tak bisa kalian terima. Tak apalah.


Aku berterimakasih pada kalian yang dengan senang hati menyayangiku. Dan aku berterimakasih pada saudaraku karena kamu aku menjadi seperti ini. Merasa serba salah dan terjebak dalam hutan yang aku sendiri tidak tahu juga bingung untuk mencari jalan keluarnya. Aku berusaha untuk itu saudaraku. Walau amat letih aku melakoninya, walau dengan rasa pedih aku melaluinya, walau dengan kesedihan yang aku rasa saat ini. Maaf saudaraku jika sikapku kini berbeda. Aku butuh waktu untuk menyembuhkan sakit ini, aku butuh waktu untuk sedikit melupakan kejadian itu. Jujur, aku belum bisa melupakan hal itu. Maaf. Aku juga manusia sama seperti kamu, tak bisa begitu saja ku kembali.


Teman-temanku yang selalu mendukung aku dengan apa yang aku lakukan, terimakasih. Teman yang membantu menguatkan aku dan mencari solusi dari masalah yang sedang ku hadapi terimakasih banyak atas sharingnya selama ini. Terimakasih kamu welcome. Aku memang butuh teman seperti mu, teman yang searah seperti mu. Selalu ku ucap terimakasih pada Allah, Tuhan Yang Esa, yang selalu memberi ‘kejutan’ dalam hidupku. Dan aku sadari ada hikmah di dalamnya walau butuh waktu untuk mencari apa hikmahnya.


Hidupku tentu lebih berwarna karena ada masalah yang selau hadir, karena selalu ada pro kontra, ada kalian –siapapun itu-. Syukurku atas nikmat hidup yang seperti ini. Walau aku amat merasa bersalah atas kejadian ini, tapi aku ‘puas’ karena banyak pelajaran yang dapat ku ambil. Apapun yang terjadi dalam hidupun, apapun ‘kejutan’ yang Allah beri itulah yang terindah dan terbaik untukku.


penulis



-imar-
Allah is the one N my lovely
umi dan abi adalah salah satu sumber kekuatanku

*inspirasi dari seseorang

aku akan melangkahkan kaki ku lebih jauh lagi

Hari yang menurutku sangat menyenangkan. Allah menunjukkan jalanNya, dan kini aku yang berusaha untuk menuju hasil itu. Aku selalu ingat apa yang sering aku katakan pada teman-temanku bahwa untuk mendapatkan sesuatu jangan result oriented tapi prosesnya yang harus benar-benar di manfaatkan. Sebenarnya dari proses itu lah kita akan mendapatkan hal yang berbeda yang jauh lebih penting dari hasil yang kita inginkan. Banyak hal-hal yang luar biasa ternyata dalam proses itu. Tapi sayang, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa proses itu lebih berharga dari hasil. Aku berbicara seperti ini bukan karena aku sok tau tapi aku merasakannya sendiri. Menurut aku, apa yang kita ucapkan haruslah kita rasakan terlebih dahulu sebelum kita bicara dengan orang lain. Sekarang aku semakin yakin dengan Allah, Dia-lah sumber kekuatanku. Dia mengajariku begitu banyak pelajaran yang sangat berharga yang tidak bisa di dapatkan di Universitas, sekolah atau lembaga manapun, menurutku. Kehidupan inilah yang mengajariku kehidupan yang sesungguhnya. Aku tak tahu harus bagaimana berterimakasih kepada Allah, begitu banyak yang telah Allah berikan padaku tapi aku masih jua seperti ini. Seakan tidak ada kemajuan dalam beribadah kepadaNya. Saat aku merasa jauh dengan Allah, aku merasa Allah semakin jauh. Dan saat aku mendekatkan satu centimeter kepadaNya, aku merasakan begitu dekatNya Dia denganku. Begitu PemurahNya Engkau.


Satu langkah kaki ku menginjak proses, kini aku harus melanjutkan proses itu agar aku mendapatkan hasil maksimal. Aku tak peduli apa yang akan aku dapatkan nanti, gagal atau sukses. Tak masalah bagiku, karena aku sangat yakin bahwa apapun yang terjadi dari apa yang aku kerjakan ada hal lain yang lebih yang tidak pernah aku sangka-sangka. Di sinilah ‘amazingnya’ peristiwa yang Allah berikan padaku, begitu berharganya hikmah yang dapat aku ambil dari setiap kejadian yang aku alami. Mungkin tak banyak orang yang menyadari hal ini, karena mereka hanya ingin hasil. Aku pun mulai memikirkan semua yang terjadi dalam hidupku ternyata semua berisi pelajaran. Sabar, ikhlas, positive thinking, kerja keras, mandiri, ramah, supel, dan masih banyak hal lainnya yang aku dapat.


Aku sangat menggantungkan hidupku pada Allah. Biarlah Allah melihat usahaku terlebih dahulu. Andai kata aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan, aku sudah berusaha semaksimal mungkin dan bersabar untuk mendapatkannya lain kali. Jika aku berusaha lagi dan tidak mendapatkannya kembali, bukan hal penghalang untukku atau beban, aku yakin Allah memberikan yang aku butuhkan walau aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Optimistis juga positive thinking itu sangat di butuhkan saat kita mengejar apa yang kita inginkan karena saat kita berusaha mati-matian untuk mendapatkannya lalu kita gagal mendapatkannya kita tidak akan kecewa dan tetap berdiri tegak.


Lihatlah ke bawah agar kita menjadi orang yang bersyukur. Jangan lihat ke atas, bisa-bisa kita jatuh dan pasti sakit sekali rasanya. Tak dapat di pungkiri kebanyakan orang menilai bahwa rumput tetangga lebih hijau, tapi sebenarnya boleh jadi rumput kita sendiri yang lebih hijau. Kita tidak tahu rumut tetangga itu di rawat atau tidak, kita hanya melihat dari luar tanpa tahu keadaan yang sebenarnya dari si rumput itu.


Subhanallah, aku tidak pernah berpikir mendapatkan kehidupan yang begitu indah seperti saat ini yang aku rasakan. Aku ingin menularkan kepada mereka bahwa hidup ini tak seberat bayangan mereka. Apa yang mereka takutkan sesungguhnya tidak begitu besar jika kita mau masuk ke dalamnya. Sesuatu hal yang belum di coba tidak akan kita ketahui bagaimana ia. Tapi lain halnya saat kita telah merasakannya, mau bilang enak atau tidak enak kan sudah merasakan. Tapi jika kita belum merasakan apa pantas mengatakan sesuatu itu enak atau tidak?


Sungguh aku ingin berbagi dengan kalian tentang apa yang aku rasakan selama hidup 20 tahun ini, kurang lebih. Dan aku pun ingin kalian berbagi apa yang belum aku ketahui tentang kehidupan ini. Tentu pengetahuan kita akan semakin luas jika kita sharing, berbagi ilmu dan pengalaman, berbagi cerita. Tapi sayang ya kalian seolah enggan untuk berbagi, apa karena aku tidak boleh mengetahui apa yang kalian alami? Atau pengalaman kalian terlalu mahal untuk begitu saja di ceritakan kepadaku? Sayang pula kalian seolah enggan dan keberatan jika aku mengucapkan sepatah dua patah kata yang aku patah patahkan sehingga menjadi kalimat yang terpatah-patah. Telinga kalian seolah berbisik pada telingaku, hey bilangin tuh ama si mulut jangan ngoceh mulu males gue dengerinnya.


Kapan aku mendapatkan teman yang satu paham denganku, satu pemikiran, satu rasa, satu jiwa, satu hati? Sepertinya aku belum mendapatkannya. Ada beberapa tapi mereka terlalu tertutup. Ada yang terbuka tapi tak sepaham. Aku berusaha saja lah dalam pencarian teman sejatiku itu. Semoga saja tak lama lagi aku mendapatkannya, Allah sudah memberi jalan tinggal aku saja yang menjalankan. Kuatkan aku :)


penulis



-imar-
Allah adalah sumber kekuatanku

Kamis, 18 November 2010

say YES or NO to PACARAN ?

Membicarakan pacaran memang tak ada habisnya. Ya meskipun tidak sedikit hal-hal negatif yang di hasilkan dari pacaran. Hamil di luar nikah, aborsi, atau yang lainnya sebagian besar berawal dari pacaran. Tidak menampik memang aku pun pernah pacaran. dengan begitu saya jadi tahu bagaimana pacaran dan indahnya saat berdua sampai ada orang yang di buat mabuk kepayang oleh cinta. Ternyata keindahan yang aku rasakan hanyalah fatamorgana yang sebenarnya itu adalah gurun yang panas yang semakin kita lama berasa di situ, semakin sinar matahari membakar kita. Bayangkan orang yang berkali-kali pacaran, ganti-ganti pasangan setiap minggu, bulan, tahun, begitu cepatkah rasa cinta yang timbul dalam hatinya? Begitu cepatkah ia melupakan orang yang baru kemarin ia cintai dan kasihi? Lalu bagaimana ia menjaga rasa cintanya itu agar utuh saat ia menjalani hubungan yang serius –pernikahan-? Kita seolah tak sadar bahwa itu adalah perbuatan yang mengikis pahala-pahala yang dengan susah payah kita kumpulkan. Adakah di antara kita yang menyadari hal tersebut? Adakah di antara kita yang mengingatkan temannya untuk menghindari dan menyudahi hal itu?

Jika di lihat kasat mata indah memang ada orang yang perhatian, sayang, dan sebagainya terhadap kita. Sebenarnya jika kita sadar betul bahwa cinta Allah itu lebih sempurna dan lebih indah tentulah kit tidak akan butuh cintanya orang yang tidak halal untuk kita. Miris jika aku melihat orang di sekitarku masih belum sadar akan keadaannya. Ia yang menjatuhkan harga dirinya sendiri, apalagi wanita. Dengan mudahnya mereka di sentuh, bahkan lebih dari itu, oleh pria. Murah sekali. Apa mereka tidak berpikir bahwa mereka amat mahal dan terlalu berharga di perlakukan seperti itu oleh pacarnya? Menurut aku, seorang pria yang mencintai wanita adalah ia yang menjaga kesuciannya dan untuk menyentuh wanita itu pun ia tidak akan mau karena saking sayangnya dan menjaga kesucian wanita yang ia sayangi. Apakah kamu setuju ? tapi kenyataan sekarang bagaimana ? bertolak belakang dengan pemikiranku. Menurutku, mereka berpikir bahwa pacaran adalah suatu sarana yang membolehkan pria dan wanita yang bukan mahrom untuk berkholwat, bersentuhan, saling menatap, dan sebagainya. Na’udzubillah. Jauhkan aku dari hal itu ya Allah.

Aku pun tak munafik bahwa aku pernah menyukai atau punya perasaan terhadap pria, dan itu hal yang wajar juga manusiawi, itu adalah fitrahnya manusia. Tapi yang jadi masalah adalah jika kita mengembangkan perasaan itu. Bagaimana mengatasinya ? salah satu cara yang jitu dan itu terbukti karena aku pun melakukannya yaitu dengan cara mendekatkan diri pada Allah dan mengharapkan cintaNya, aku yakin dengan cara seperti itu Allah akan menjaga kita dari penyakit hati. Saat kita mendapatkan cinta Allah, kita tidak akan butuh cinta yang tidak halal untuk kita. Karena tujuan kita adalah mendapatkan cintaNya Allah. Sering aku dengar, mereka mencintai Allah, menomor satukan Allah, tapi saat mereka di suruh memilih antara Allah atau pacar, tetap saja mereka berat untuk tidak memilih pacar dengan berbagai alasan. Cinta itu perlu bukti, jika kamu cinta Allah, ya buktikan. Wong kamu cinta sama pacar aja di buktikan, masa sama Allah yang begitu Pemurah terhadap dirimu ga kamu buktikan. Coba kamu hitung, lebih besar mana pemberian Allah apa pemberian pacar kamu ? kalau pacar kamu memberikan lebih dari pemberian Allah, silakan kamu pilih pacar kamu. Tapi jika sebaliknya, tinggalkan ia. Kenapa? Demi Allah, karena kamu bilang Allah is Number One. Tapi mana buktinya? Cuma di mulut? Bukankah orang yang hanya bicara tanpa ada pembuktian itu salah satu tanda orang munafik? Bagaimana mungkin Allah semakin sayang dan cinta terhadap kita jika kita mengkhianati Allah dengan menduakannya dengan pacar? Makin panjang nih masalah, menduakan Allah berarti musyrik. Nah lho. Jadi pacaran itu banyak untungnya apa ruginya ya kalau begitu? Di pikir saja masing-masing.

Allah telah mengilhamkan pikiran pada manusia, dan gunakan sebaik mungkin, salah satunya untuk memikirkan hal ini. Kecil memang, tapi justru yang kecil itu yang akan berdampak besar apalagi terus menerus di lakukan, gimana ga numpuk tuh dosa? Paling tidak setiap hari pasti yang punya pacar berkomunikasi sama pacarnya, nah itu udah bisa di sebut zina lho. Zina hati. Selalu memikirkan, membayangkan, padahal dia belum atau tidak halal untuk di pikirkan, di bayangkan. Na’udzubillah. Ternyata jika kita jeli banyak yang tidak baik ya dari hubungan yang tanpa dasar itu. Satu lagi, jika kita pacaran sampai menikah nanti apa jadinya rumah tangga kita? Ikatan suci di awali dengan hal yang tidak ada sama sekali dasar dan perintahNya. Apa mungkin rumah tangga kita nantinya akan sakinah mawaddah warahmah? Apa iya sesuatu yang di awali dengan yang tidak baik akan menghasilkan yang baik? Jika itu di lakukan, bagaimana nasib anak kita? Apa kita tidak khawatir jika nanti ia pun mengikuti jejak orang tuanya, yaitu pacaran? apa kita tidak khawatir jika anak kita pacaran akan ke lewat batas dan membuat malu nama keluarga? Mencoreng kehormatan keluarga juga dia? Apa kita sebagai orang tua nantinya tidak malu dan tidak terbebani? Subhanallah ternyata rantainya sebegitu jauhnya. Jangan hanya memikirkan perasaan saat ini.

Rasa cinta yang di karuniakan oleh Allah bukan untuk di gunakan untuk pacaran, bukan untuk di jadikan tameng bahwa pacaran itu boleh karena setiap manusia punya rasa cinta yang telah Allah berikan. Rasa cinta ini harus di tempatkan pada tempatnya, semua ada waktunya. Jika kita belum siap untuk menikah, ya jangan dulu mencari-cari pasangan. Nikmatilah kesendirian dan kebebasan sebelum memikul tanggung jawab yang lebih besar nanti. Semua akan indah pada waktunya, kita hanya perlu bersabar untuk menunggu waktu yang tepat. Kan ga seru kalau kita nikah sama mantannya teman kita. Kita harus jadi yang pertama dan yang terakhir untuk pasangan kita kelak. Jangan Cuma jadi yang pertama atau jadi yang terakhir, jadi keduanya dong. Itu baru mantap.

Jangan berharap kita mendapatkan yang terbaik jika kita belum baik. Semua itu di awali dari diri kita. Jika kita ingin yang baik, maka yuk ubah diri kita menjadi insan yang di ridhoi Allah. Semua butuh proses, pelan-pelan, seperti saat kita masih bayi, dari mulai merangkak sampai bisa berjalan semuanya butuh proses. Begitu pun kita sekarang. Sebaik-baiknya manusia, masih ada celah untuk menjadi manusia yang jahat. Dan sejahat-jahatnya orang jahat masih ada celah untuk menjadi orang yang baik. Jadi, jangan pesimis. Ayo kita jalan sama-sama. Kita rintis hidup kita dari awal, kita buat peta hidup kita, mau di bawa kemana nih hidup kita, surgakah? Nerakakah? Surga itu ga gratis. Butuh perjuangan. Wong minta uang ama bapak aja butuh perjuangan, apalagi minta surga. Jangan harap dapat apa yang kita mau jika kita tidak mau berusaha untuk mendapatkannya.

Allah itu udah kasih jalan, nih jalan yang baik jalan ke surga, nih jalan buruk jalan ke neraka, terserah lu pada mau pilih yang mana, gua mah Cuma ngunjukin doang. Istilahnya kan kayak gitu. Allah tuh nyerahin semuanya ama kita. Lha kalau kitanya aja ga mau di ajak ke jalan yang bener, ngapain juga Allah repot-repot maksa lu lu pada ke jalan yang bener? Ga ada ruginya buat Allah mah. Malah kita dah yang rugi. Wong kita yang butuh Allah, bukan sebaliknya. Kan Allah udah bilang di Al Qur’an “tidak akan Aku ubah umatKu sebelum mereka mengubah hidupnya sendiri”. Nah Lho, kalau tar kita masuk neraka jangan maen salah-salahan nanti. Kan udah di kasih tau, udah di unjukin jalannya. Sekarang terserah kamu deh mau yang mana, bahagia apa sengsara. Sengsara di dunia mah gapapa, daripada sengsara di akherat. Akherat mah kekal coy, kalau kita ke neraka yaudah diem aja dah di situ nemenin si syaiton ama iblis, jangan-jangan tar jadi bahan bakarnya lagi. Naudzubillah dah. Jauh-jauhin ya Allah, udah jelek di dunia masa di akherat mau jelek juga. Udah susah di dunia, masa di akherat susah juga. Eeet dah abadi banget susahnya atuh kalau gitu caranya mah. Renungkan !

Penulis

-imar-

*terinspirasi dari 'kehebohan' yang terlihat

Minggu, 31 Oktober 2010

cerita pagi hari

pagi ini aku terbangun saat adzan subuh berkumandang. ya walaupun karena kebutuhan manusia -pengen buang air- tapi itu membuat aku tidak terlambat solat subuh. walau malas sekali rasanya, akhirnya ku paksakan untuk bangun dari kasur butut ku. daripada aku ngompol, nanti kasurku yang memang sudah butut makin ga indah aja. ku gerakkan kaki menuju kamar mandi. ahh, lega rasanya. ku ambil air wudhu, airnya bagaikan di campur es, dingin sekali sampai membuat tulangku ngilu dan rasanya aku tak bisa bergerak karena menggigil kedinginan. dengan badanku yang kegigilan, ku langkahkan kaki menuju kapal pecah, ku pakai kain penutup aurat yang tersimpan rapi di meja riasku. ku hamparkan sajadah cokelat milikku. dengan rasa kantuk yang masih menutupi mataku aku ucapkan takbir "Allahuakbar". tak berapa lama "assalamu'alaikum warahmatullah". dzikir sejenak, memohon do'a padaNya dengan berjuta permintaan yang tak bosan ku ucapkan pada Ilahi. masih pagi, pikirku. ku lanjutkan saja tidurku ini, mumpung libur, ucapku dalam hati.
aku rebahkan badanku yang masih kedinginan, ku tarik selimut tebal, ku lanjutkan mimpi yang sempat tertunda beberapa saat. rasanya baru sebentar aku tidur, tapi saat ku lihat jam ternyata jam 08.00 WIB. segera ku bangun, hal yang aku lakukan adalah setor ke kamar mandi -pipis- setelah itu ku buka gorden dan jendela kamarku agar sinar matahari pagi yang menyehatkan dapat masuk ke kapal pecahku. ah segarnya udara pagi. di sekitar rumahku memang masih banyak pepohonan yang rindang, jadi tak begitu penat seperti di Ibukota yang selalu ku singgahi, yang kanan kirinya gedung-gedung pencakar langit. apalagi jika berangkat kuliah aku melewati tempat pembuangan sampah, udara yang amat tidak sehat bagi paru-paruku.
setelah itu, ku nyalakan sahabat setiaku, laptop. menuju dunia maya, mungkin saya ada berita terbaru di facebookku. sambil ku nikmati segelas susu cair yang kemarin di belikan kakakku di supermarket. nikmatnya hidup ini. lapar menghampiri, perutku mulai keroncongan. memang dari semalam aku lapar sekali tapi tak ada sedikitpun makanan yang dapat aku giling di mulutku ini. aku pengen mie goreng, enak kali yak sarapan mie goreng, pikirku.

bersambung

Berita Acara "Gerakan Peduli Umat"

Acara : Reuni Alumni SMA Muhammadiyah 2009 ke-2
Tempat : Rumah Ade Lukman (Pondok Damai)
Hari/Tgl : Minggu, 31 Oktober 2010
Pukul : 15.45 wib s/d selesai

kegiatan :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Susunan Acara
3. Hasil Diskusi :
a. Keputusan Kegiatan pengumpulan Dana, di antaranya :
- Pembuatan Proposal untuk calon donatur
- Jasa ADM (Angkat, Dorong, Manggul) dan ngajar Les. ket : sesuai kebutuhan
- Bekerjasama dengan IPM dalam bidang konsumsi
b. Keputusan pemberian nama organisasi "Gerakan Peduli Umat"
4. Pengumpulan uang iuran. Dana yang terkumpul per tanggal 31 Oktober 2010 adalah Rp. 174.000
5. Penutupan

jumlah teman yang hadir adalah 27 orang, antara lain : Masrifah, Dewi Puspita, Esa Wijayanti, Tutus, Enggar, Fajri, Alreno, Ade Lukman, M.Namin, M.Iqbal, Desiana, Dede Sarmidi, Nasrul, Yudi Septiana, Iwan Solihin, Sabrina, Jubaedah, Wulandari, Hilyatun, Wahyu Aji, M.Rofiqi, Imar, Essy, Ina Rahmawati, Vina Farida, Helmi, dan Zohir.

Terimakasih atas kehadiran dan partisipasi teman-teman. semoga di acara selanjutnya akan lebih banyak yang hadir.

semangat !!!

Kamis, 07 Oktober 2010

teman, sudah setahun lebih kita berpisah. kini kalian berjalan untuk mencapai tujuan masing-masing. aku pun begitu. kini ku tapaki tanah Jakarta sekedar untuk mencari ilmu yang semoga dapat ku manfaatkan untuk diriku, orang di sekitarku, dan lingkunganku. apa pun yang sedang kalian jalani, yakinlah teman bahwa itu adalah skenario Allah yang harus kalian jalani. bahwa di balik itu semua ada rencana yang indah, yang tak pernah kalian duga sebelumnya.

teman, walau jarak memisahkan kita, bahkan berpuluh-puluh kilo meter, walau di batasi oleh lautan, tapi kalian selalu ada dalam doaku, selalu ada dalam ingatanku. aku selalu berharap semoga saat kita telah mencapai tujuan itu, saat kita mencapai kesuksesan yang selalu kita inginkan, kalian tidak akan pernah lupakan aku yang mungkin tak ada artinya dalam hidup kalian. biarlah rasa rindu ini menggunung, biarlah rasa ingin berjumpa ini terus berkobar. aku yakin, pasti Allah akan mempertemukan kita lalu kita bersenda gurau kembali mengingat masa-masa SMA dulu. masa dimana kita bandel, ngomongin guru-guru, jail, ketawa ngakak ampe sakit perut, nonton bareng, berantem, curhat, jalan, ngeliwet, malam mingguan ampe pagi di basecamp, itu hal yang tidak akan aku lupakan tentang kebersamaan kita.

aku tau buruknya kalian, kalian juga tau buruknya aku. kadang kalian nyebelin banget, ngecengin, jail, masukin kecap ma sambel ke gelas es kelapa Abi lah. ckck, dasar ! kalau ada yang bilang "eh diem deh" pasti ada yang kentut. dasar jorok ! kebiasaan nonton apa tuh yak, hha. i'm angel N u are devils. hha. apalagi yang "maling" bubur kacang ijo di kantor waktu X.4. parah, ampe pada sakit perut kan. syukurin tuh !

belum lagi kalau kita kultum, pasti maen bales-balesan deh, sindir-sindiran lewat kultum. aduh, jadi inget waktu itu dagh. berantem gara-gara "monyet". pasti aja ada yang jadi bahan cengan, mau itu yang lewat atau temen sendiri. ckck. banyak dosa kita. yang tidak akan aku lupakan adalah AREK MONAT ATUH, TEROWONGAN CASABLANCA KITU. hhhhhaaaaaaaaaaaaaaa. pasti pada setuju dagh.

yasudah teman, sampai berjumpa lagi yak di liburan semester nanti. jangan lupa dagh ada yang mau bikin acara heboooooh maret nanti. acara lamaran gitu kalau ga salah. hhi





salam, Dahlan's Family

manusia

manusia... rasanya tak ada ujungnya jika kita membicarakan makhluk Allah yang satu ini. selalu aja ada cerita tentang manusia. selalu ada masalah yang di bahas oleh mereka, tentang mereka, all about deh.

manusia itu makhluk yang tidak bisa di tebak. kadang begini, ga lama begitu eh begini lagi. manusia makhluk sosial, yang katanya ga bisa hidup sendiri. tapi menurut saya, manusia kadang butuh kesendirian, kadang ga butuh temen, kadang pengen idup sendiri. menurut saya juga, manusia itu ga melulu pengen di temenin, ga selalu mau bersama-sama, ga terus-terusan bergaul. semua kan ada waktunya, ya adakalanya, ada masanya untuk sosial atau individu.

ada juga manusia yang terbuka, terbuka akan segala hal. ya bisa jadi terbuka tentang siapa dirinya, apa yang terjadi dalam hidupnya, siapa saja yang sedang dekat, jauh, ia sukai atau ia benci, kenapa, dan bagaimana hidupnya itu. tapi ada juga orang yang tertutup, tertutup akan siapa ia, apa yang sdang ia rasakan, apa yang terjadi dalam hidupnya baik masa lalu atau yang sedang terjadi, dsb deh.

baiknya kalo kita temenan nih, saling pengertian lah. ya walau baru kenal sehari dua hari. jangan melulu kita yang pengen di mengerti, tapi coba deh untuk belajar mengerti seseorang. pasti mereka pun akan mengerti kita. klu temenan juga nih, jangan sok tau atau terlalu ngorek2 kehidupan dia, tar di sangkanya kita pengen tau segala sesuatu tentang dia lagi. setiap orang kan punya privasi. mungkin privasi A dia ceritakan ke kamu, tapi ada juga privasi yang ga bisa dia ceritain ke kamu.

jangan terlalu ngoyo pengen tau lah. cukup tau aja apa yang dia ceritakan. toh klu emang dia ngerasa nyaman cerita ma kamu, pasti ga akan ada yang di sembunyiin dari kamu. tapi lain cerita klu dia ga ngerasa nyaman cerita ma kamu. tapi, di samping itu semua kita harus positif thinking aja. ga usah di ambil pusing klu ada hal yang berbeda dari temen kamu.




penulis

Minggu, 03 Oktober 2010

umi abi

umi abi,,, malam ini adalah akhir dari Ramadhan. Ramadhan yang ke sekian yang aku jalani tanpa dirimu. Gema takbir terdengar dari segala penjuru, membuatku sedih. Sedih berpisah dengan Ramadhan, karena ku takut Allah tak menyampaikan umurku pada Ramadhan tahun depan. Tapi semoga saja Dia masih mempertemukanku dengan RamadhanNya. Sedih karena esok adalah hari kemenangan yang seharusnya aku sambut dengan kegembiraan sekaligus teringat kalian yang esok hanya bisa ku temui tumpukan tanah yang telah menelan kalian selama 8 tahun lamanya. Aku pun sedih karena esok aku tak bisa menjenguk kalian karena ada suatu halangan yang tak mungkin aku menjenguk kalian, maafkan aku. Tapi doa selalu ku panjatkan padaNya agar aku tidak menjadi anak yang sia-sia kalian lahirkan, kalian didik, kalian besarkan, kalian ajarkan tentang kecintaan pada Allah, kekasihNya juga Al Qur'an yang selalu ku baca tiap hari. Setelah halangan ini hilang, sesegera mungkin aku akan menemui kalian. Sekedar meringankan rinduku pada kalian.



umi dan abi,, terimakasih atas semua yang telah kalian berikan dan bekalkan padaku. Kalian berikan aku ilmu agama yang itu sangat aku butuhkan untuk menjalani kehidupan ini. Tak rugi aku di lahirkan oleh ibu sepertimu, tak rugi aku di didik oleh ayah yang berwibawa sepertimu. Sungguh umi,,abi,, aku ridho, aku ikhlas atas kehendakNya memanggil kalian secepat ini. Aku yakin, ini adalah salah satu rencana Allah yang indah untuk kita, khususnya aku. Aku sadar apa hikmah dari semua ini, insya Allah aku mengerti apa mau Allah dengan menetapkan qadarnya yang begini padaku.



ya Allah, kabarkan kabar mereka kepadaku. jika doa-doa yang selama ini aku iringi di rasa kurang, akan aku tingkatkan. jangan biarkan mereka menanggung beban atas dosa-dosaku. Tapi jika aku bisa menanggung dosa-dosa mereka, biarlah aku yang menanggung. Aku rasa itu saja tak cukup untuk membalas apa yang mereka berikan padaku selama 9 bulan dalam kandungan, 12 tahun membesarkan, mendidik dan mengasihaniku.



Akhir kata, terimakasih ya Allah, Engkaulah pengisi kekosongan dan kesepianku.

Terimakasih umi abi, untuk apa pun yang kau beri dalam hidupku.



penulis


-imar-
aku selalu merindukan kalian
sampai berjumpa di hari nanti

Minggu, 05 September 2010

Ahad, 26 Ramadhan 1431 H

Hari ke-26 bulan Ramadhan tahun ini, alhamdulillah Allah menyampaikan umur kita sejauh ini. Hari-hari terakhir ini harus kita manfaatkan untuk taqarub kepada Allah, merayu Allah agar Dia memberikan lailatul qadr pada kita. Dengan bersusah payah untuk 'memburu' malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang bila di hitung lagi sama dengan lebih dari 83 tahun, masya Allah... semalam saja di tukar dengan amalan 83 tahun. Siapa yang tak mau di beri 'imbalan' sebesar itu hanya dalam semalam? Sepertinya tak ada satu orang pun yang menolak. Umur kita saja belum tentu sampai 83 tahun. Tapi yang di sayangkan orang-orang membuang sia-sia 10 hari terakhir yang Allah janjikan akan ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Kita mah cuma pengen ganjarannya, tapi mengamalkannya...masih di pertanyakan tuh. bangun sahur aja cuma sekedar makan, nonton Para Pencari Tuhan, online, smsan, telponan ma pacar, setelh itu tidur lagi dah. Ndak ada salahnya menyisihkan waktu untuk tahajud barang 10 atau 15 menit, itu kan Insya Allah lebih baik. klu mau smsan, smsin dah tuh temen-temennya yang blum pada bangun, ajakin solat atu tadarus, Insya Allah jadi pahala juga buat kita. Apa pun jadi amalan kalau kita tahu bagaimana memanfaatkan setiap yang kita lakukan.

Mulai sekarang, nyok kita perbaiki amal ibadah kita di hari-hari terakhir Ramadhan tahun ini. Yang tadinya tadarus cuma satu ayat, di tambah jadi satu halaman. Yang tadinya solat di tunda-tunda, mulai tepat waktu. Yang tadinya jarang atau bahkan ga pernah tahajud, mumpung bangun tengah malem nii, tahajud bentar mah. Yang tadinya jarang dzikir abis solat, mulai dzikir baca tasbih barang 33x mah. Atau ibadah-ibadah lainnya.

Ayoooo,,,,,semangat untuk mendapatkan lailatul qadr. Laa Tahzan buat yang merasa sedih akan di tinggalkan Ramadhan, tak lama lagi. Dengan kita memanfaatkan waktu yang kurang dari 5 hari lagi, Insya Allah kesempatan yang Allah beri tidak akan sia-sia. Dan walau pun tahun depan umur kita tak di sampaikan Allah pada Ramadhan, kit tak akan menyesalinya karena kita cukup puas dengan ibadah Ramadhan tahun ini.


salam,




penulis

Sabtu, 04 September 2010

Daftar Hadir Iftor Jama'i 19 Ramadhan 1431 H

Wahyu Aji 08561191233
Essy 085718976557
Mega 085711766753
Lita Dwi 085719760127
Sarput 085719760129
Dwi 085710075843
Lita Jumara 085718698279
Nia 087870444991/08567766857
ipah 085691692931
pipin 085724085928
yudi 08998156628
nasrul 02196062042
jalal 085691684804
arief 087870352426
dody 087770500866
elmala 085694168203
fitri sdd 085782637770
risa rahayu 085761276292
jaugi 085718763667
indra 085695166559
mutia 081513348353
fitri ask 085310551047
Lely 085780551676/02196269788
ina 087770537574
namin 085691206173
esa 087870562064
imar 08561116393

Ibu

Ibu,,
berlinang airmataku terbayang wajahmu yang redup sayu. tulusnya kasih yang engkau berikan bagaikan lautan yang tak bertepian. walaupun kepahitan telah engkau rasakan kau tidak pernah merasa jemu mengasuh dan mendidik kami semua anakmu dari kecil hingga dewasa.hidupmu kau korbankan walaupun dirimu menjadi korban. tak dapat aku membalas akan jasamu, semoga Allah memberkahi kehidupanmu di sana...

ibu,,
ampunilah dosaku andai aku pernah mengiris hatimu. restumu yang amat aku harapkan, karena di situ letak syurgaku. kau telah banyak menghadapi kenakalan anakmu, mangajarkanku arti kesabaran. kau bagai pelita dalam kegelapan, menerangi jalan kehidupan. kasih sayangmu sungguh bernilai, itulah harta yang kau berikan.
sayangilah Allah, ibu yang telah melahirkan diriku, berikan sayang seperti yang ia berikan saat kecilku. semoga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana..

ibu,,
engkaulah muara kasih dan sayang. apapun pasti kau lakukan, demi anakmu yang tersayang.
ibu,,
tak pernah kau berharap budi balasan atas apa yang kau lakukan untuk diriku yang kau sayang. saat diriku dekat dengan sentuhan, penuh kasih mu dan sayang. saat ku jauh dari jangkauan, doamu kau sertakan. maafkan diriku ibu, kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka. ku ingin kau tau ibu, betapa aku mencintaimu lebih dari diriku. ku mohon restu dalam langkahku, bahagiaku seiring doamu.


sumber : List of Nasyid

Kini Ramadhan Akan Meninggalkanku

Bulan sya'ban telah ku masuki. Allah telah menyampaikan umurku pada bulan sya'ban, bulan pengantar Ramadhan. Pada nisfu sya'ban aku berdoa mohon di ampunkan dosa ku yang telah begitu menggunung, jika di hitung mungkin bumi ini tak mampu lagi untuk menampung segala dosaku. Aku pun meminta padaNya mohon di antarkan umurku pada Ramadhan. Ya Allah, terima kasih Kau telah mengantarkan umurku pada RamadhanMu tahun ini. Aku sangat gembira dapat menikmati nikmat yang mungkin tak semua orang dapat menikmatinya.

Betapa sayangnya Allah padaku, sehingga ia masih memberikan kesempatan yang ke sekian kali untuk bertemu dengan bulan yang mulia ini. seolah orang yang tak tahu balas budi, ku lewati hai-hari Ramadhan dengan begitu saja. Hanya sedikit amalan yang aku kerjakan. ya Rabb, ampuni hamba yang selalu lalai dan ingkar akan janji-janjiku terhadap diriku, orang tuaku, orang di sekitarku, dan terutama padaMu ya Rabb.

Kini Ramadhan pun akan pergi meninggalkanku, tak lama lagi... Akankah Kau menyampaikan umurku pada tahun depan ya Allah, Tuhan Semesta Alam? Aku takut ya Rahman, takut Kau tak menyampaikan umurku di Ramadhan depan.


Aku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna, agar dapat ku lalui dengan sempurna. selangkah demi selangkah...setahun sudah pun berlalu. masa yang pantas berlalu, hingga tak terasa ku berada di bulan Ramadhan..semula ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna agar dapat kulalui dengan sempurna.
puasa satu amalan sebagaimana yang di perintahkan. Moga dapat ku lenturkan nafsu yang selalu membelenggu diri tiada henti-henti. Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna. Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja. Tuhan pimpinlah daku yang lemah mengarungi segalanya dengan sabar.. ku memohon pada Tuhan di berikan kekuatan. Ku merayu pada Tuhan di terima amalan. selangkah demi selangkah dengan rahmatMu oh Tuhanku ku tempuh jua. (Raihan, Harapan Ramadhan)

MENGUKUR AIB BERSAMA

Oleh: Muhammad Nuh
________________________________________



dakwatuna.com – Kebersamaan kadang tidak selamanya seperti rumput. Selalu setara, sewarna, dan segerak. Ada saja kekurangan di antara sesama mukmin. Karena umumnya manusia memang tidak bisa luput dari aib.

Tak ada gading yang tak retak. Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.

Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’. Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya. Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian ketika pertarungan antara nafsu dan akal berakhir negatif. Nafsulah yang akhirnya membuat keputusan. Saat itulah, seorang anak manusia melakukan kesalahan. Seperti itu pulakah yang terjadi dengan seorang mukmin?

Kadang orang lupa kalau seorang mukmin pun tetap saja sebagai manusia. Bukan malaikat yang selalu bersih tanpa noda. Sinar iman yang ada dalam hatilah yang akhirnya menentukan. Apakah nafsu yang lagi-lagi bicara, atau iman yang ambil keputusan.

Pertarungan itu begitu sengit. Kekuatan dalam diri saja belum cukup. Karena masing-masing pihak meminta bantuan pihak luar diri. Iman dalam hati dibantu oleh nasihat dan doa dari saudara seiman. Dan nafsu dibantu dengan rayuan setan. Kalau nafsu dan rayuan setan yang jadi pemenang, seorang mukmin tergelincir dalam sebuah kesalahan. Kecil atau besar.

Dari situlah kita mengerti kalau seorang mukmin pun bisa melakukan kesalahan. Tapi, sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang menyesal dan meminta ampunan.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya dalam surah Ali ‘Imran ayat 135, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Lalu, patutkah kelalaian dan ketergelinciran itu menjadi bahan gunjingan. Patutkah keburukan yang kita sebut aib itu disebarkan. Sebagian orang mungkin menyebutnya sebagai risiko. “Siapa yang berbuat, harus menanggung akibat!” ucapan itu boleh jadi keluar merespon keburukan yang terjadi pada saudara mukmin. Termasuk mendapat gunjingan isu yang tidak mengenakkan.

Namun, patutkah kalau gunjingan dan menyebarnya aib disebut sebagai hukuman yang setimpal. Adilkah mengumumkan aib seseorang sebagai sebuah hukuman. Persoalan ini akan meluas ketika berhubungan dengan hukum dan keadilan.

Memang, ada sedikit salah pemahaman antara menyebarkan aib dengan pengumuman hukuman. Menyebarkan aib, apa pun alasannya, tetap terlarang karena bukan itu cara yang dibenarkan Islam. Sementara pengumuman hukuman berkait dengan penegakan hukum dan peringatan buat yang membaca pengumuman. Agar, perbuatan seperti itu jangan pernah dilakukan.

Repotnya ketika sebagian orang lebih enjoy dengan menyebarkan aib sebagai dalih hukuman. Isu dan gosip pun jadi kebiasaan. Aib seorang mukmin menjadi tersebar tak karuan.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana mungkin seorang mukmin ringan mengumbar aib saudaranya. Padahal, sudah jelas-jelas Allah swt. melarang menceritakan keburukan sesama mukmin. Firman-Nya dalam surah Al-Hujurat ayat 12, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Ada beberapa kemungkinan kenapa seorang mukmin tega mengumbar aib saudaranya. Kemungkinan pertama, lemahnya pancaran iman dalam hatinya. Iman yang lemah mengecilkan hubungan mulia antar sesama mukmin. Tidak ada lagi keberpihakan. Tidak ada lagi pembelaan terhadap saudara yang sedang ‘jatuh’. Semua menjadi gersang. Kering.

Kedua, tersumbatnya nalar sehat. Nalar yang jernih akan menggiring seorang mukmin melakukan cek dan cek. Periksa dan tabayun. Karena boleh jadi, kabar yang tersiar berbeda jauh dari fakta yang sebenarnya. Ada bumbu. Ada fitnah. Firman Allah swt. dalam surah Al-Hujurat ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Kemungkinan ketiga, lunturnya nilai-nilai sosial dalam diri seseorang. Orang seperti ini biasanya mudah iri, dengki, dan mutung. Persoalan kecil yang sebenarnya bisa selesai dengan saling memaafkan, bisa panjang karena cara berpikir yang kerdil. Cacat yang tergolong biasa pada diri seseorang, diolah, dan disebarkan menjadi masalah besar.

Ada kemungkinan yang lain. Seseorang terhinggapi penyakit merasa serba tahu. Urusan yang sebenarnya masih samar, terlihat seperti jelas. Ia malu kalau orang menganggapnya tidak tahu. Dari situlah, membuat-buat cerita berlangsung cepat.

Orang seperti itu pula yang tidak bisa memegang rahasia. Padahal rahasia dalam nilai Islam merupakan amanah. Rahasia besar atau kecil.

Hidup dalam kebersamaan memang sulit seperti rerumputan. Setara, sewarna, dan sederajat. Tapi yakinlah, kebersamaan sesama mukmin jauh lebih mulia dari apa pun. Karena kebersamaan itu selalu dalam gerak. Sedangkan rerumputan senantiasa diam.

iftor jama'i alumni

tanggal 29 Agustus 2010/ 19 Ramadhan 1431 H, alumni SMA Muhammadiyah 2009 mengadakan buka bersama di kediaman M. Namin. Lumayan banyak yang hadir, kurang lebih 30 orang. acara tersebut sudah di rencanakan sejak kurang lebih 2 minggu sebelumnya, dengan diskusi yang cukup alot antara saya, teman-teman serta bunda (membicarakan waktu dan tempatnya). Berhubung waktu itu bunda menawarkan agar alumni buka bersama di sekolah, maka dari itu saya pikir tidak ada salahnya buka bersama di sekolah sekalian silaturahim dengan guru-guru, karena cukup lama juga tak bersua dengan mereka dan kumpul bersama teman-teman. ya itung-itung mengenang masa SMA. setelah diskusi dengan bunda, ternyata jadwal antara teman-teman dan guru-guru tidak sama, karena pada waktu itu bunda menawarkan pada hari kerja. saya pikir tidak mungkin, mengingat tidak sedikit teman-teman yang kerja. akhirnya saya dan tema-teman sepakat untuk mengadakan buka bersama di kediaman M.Nami, walau dengan diskusi yang cukup alot pula karena bingung mencari tempat yang dapat menampung dan dapat di jangkau teman-teman.

dengan iuran Rp. 20.000 yaa cukup lah untuk menyediakan nasi, es buah, gorengan serta air putih. mungkin ada teman yang mengeluhkan biaya tersebut terlalu besar untuk buka bersama, bahkan ada yang bilang "klu gue yang bikin acara lima ribu juga cukup, cuma ky gini mah". perlu teman-teman tau bahwa dua puluh ribu itu pas-pasan. mengingat bahan makanan sekarang tidak ada yang murah. apalagi ada beberapa teman yang sudah confirm ternyata tidak hadir, saya cukup kecewa. apa daya, makanan sudah di siapkan untuk 36 orang tetapi yang hadir kurang dari itu. tapi saya tetap bersyukur karena tema-teman sudah bersedia hadir dan meluangkan waktu di sela kesibukan tema-teman, bahkan ada yang bela-belaan baru pulang kerja langsung datang ke rumah Namin, makasih banget deh pokoknya.

tak hanya sekedar buka bersama, makan bersama, solat berjama'ah, tapi juga kita membicarakan forum yang ingin di buat untuk alumni angkatan 2009. forum yang di beri nama Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah Cileungsi 2009 itu sudah di sepakati untuk di bentuk oleh teman-teman yang hadir pada waktu itu. mengapa forum ini di bentuk? forum ini di bentuk untuk mempererat tali silaturahim antar teman-teman alumni SMA Muhammadiyah Cileungsi agar setelah meninggalkan jejak di sekolah itu kita tidak putus hubungan begitu saja, tidak tahu kabar satu sama lain (kecuali yang sangat amat sulit sekali banget deh untuk di hubungi). selain itu, kami telah mencanangkan untuk mengadakan pertemuan setiap 2 bulan sekali dan mengumpulkan iuran (istilahnya uang kas) yang bila terkumpul akan di gunakan untuk bakti sosial. program kerja Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah Cileungsi 2009 tidak hanya di situ, tapi akn lebih banyak lagi. berhubung baru di bentuk, kami akan membicarakan proker lain pada pertemuan selanjutnya. Insya Allah, forum yang kami bentuk ini akan bermanfaat bagi diri kami serta orang di sekitar kami nantinya.

pada saat diskusi pembentukan forum tersebut, suasana memanas saat salah satu dari teman alumni yang bilang bahwa ia setuju dengan pembentukan forum ini, akan tetapi seharusnya teman-teman yang lain di kumpulkan semua untuk angkat bicara setuju atau tidaknya. ia pun berkata bahwa banyak teman-teman yang tidak di undang dalam acara iftor jama'i. panitia cukup tersinggung dengan pernyataannya yang kedua, mengingat panitia mempunyai keterbatasan dalam menghubungi teman-teman karena panitia tidak sepenuhnya mengetahui nomor handphone atau lainnya yang dapat di hubungi. lagipula pada saat pemberitahuan lewat sms (yang berkali-kali di kirim) serta undangan lewat fb sudah sangat jelas panitia meminta teman-teman yang mendapat undangan atau pemberitahuan dari sms untuk memberitahukan kepada teman-teman lainnya. jadi, menurut saya opini dari orang tersebut tidak masuk akal jika panitia harus menghubungi semua teman-teman sedangkan nomor hp yang kami miliki tidak memadai, entah itu yang ganti nomor tau hal lainnya. sama halnya dengan orang tersebut, panitia pun mempunyai keterbatasan, oleh karena itu panitia meminta kepada teman-teman untuk menyebarkan sms tersebut.

mohon maaf kepada teman-teman yang memang tidak mendapat undangan dari kami. semoga acara selanjutnya akan lebih banyak lagi yang hadir. klu pun sedikit, itu bukan halangan untuk kami untuk terus mengajak teman-teman menyambung silaturahim serta membangun forum ini untuk terus tumbuh dan berkembang.

tanpa hadirnya kalian juga dukungan kalian mustahil forum ini terbentuk.
syukron katsiron para sahabat...
kami masih menunggu partisipasi dari kalian...

salam,


penulis..

Betulkah maksiat dapat mengurangi umur? Lalu apa hakikat kehidupan yang sebenarnya?

Betapa banyak orang yang bergelimang dalam maksiat. Ingin dagangannya laris, dia rela mengadu pada dukun atau melakukan pesugihan-pesugihan di tempat keramat. Atau ada juga yang menggantung jimat-jimat tertentu yang tidak jelas maksudnya, kadang berupa huruf hijaiyah yang tidak jelas apa maksud tulisan tersebut. Inilah manusia, hanya ingin meraih keuntungan dunia dan rela mengorbankan agamanya dengan berbuat syirik pada Allah. Ada pula yang ingin meraih keuntungan dalam usahanya dengan rela makan dari hasil riba, atau undian berhadiah yang maksudnya adalah judi, atau bentuk maksiat lainnya. Begitu pula tidak bosan-bosannya para pemuda berdua-duan (alias kholwat) yang ingin memadu kasih tanpa ada status nikah sama sekali. Itulah manusia tidak bosan-bosannya berbuat maksiat dan dosa. Padahal dosa dan maksiat memiliki dampak yang sangat besar sekali, di antaranya adalah pada umur. Berikut penjelasan dari Ibnul Qoyyim. Semoga bermanfaat.

Ketahuilah bahwa maksiat dapat mengurangi umur dan pasti dapat pula mengurangi keberkahannya, sebagaimana pula amalan kebaikan dapat menambah umur. Itulah perbuatan dosa dapat mengurangi umur.

Perlu diketahui bahwa para ulama sebenarnya berselisih pendapat dalam masalah ini. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan berkurangnya umur adalah hilangnya keberkahan umur. Ini memang benar dan inilah di antara dampak berbuat maksiat.

Ulama lainnya mengatakan bahwa berkurangnya umur adalah berkurangnya umur secara hakiki artinya umurnya betul-betul berkurang, sebagaimana rizki juga bisa berkurang.
Allah Ta’ala telah menjadikan berkah pada rizki karena berbagai sebab yang bisa menambah rizki tadi. Begitu pula keberkahan umur datang karena berbagai sebab yang bisa menambah keberkahan umur.

Para ulama mengatakan bahwa bertambah umur itu pasti terjadi karena sebab, begitu pula berkurangnya umur. Begitu pula rizki, ajal, kebahagiaan, kesengsaraan, sehat, sakit, kaya, miskin, walaupun itu semua terjadi dengan ketetapan Allah, tetapi pasti ketetapan Allah ini juga terjadi dengan adanya sebab.

Hakekat Kehidupan adalah Hidupnya Hati

Para ulama lain mengatakan bahwa dampak maksiat dapat menghilangkan keberkahan umur karena hakekat kehidupan adalah hidupnya hati. Oleh karena itu, Allah Ta’ala menyebut orang kafir dengan sebutan mayit karena memang mereka adalah orang yang mati hatinya. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah (yang artinya), “Mereka (orang kafir) bukanlah orang yang hidup.” (QS. An Nahl: 21)

Jadi ingatlah bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan hati. Dan ingatlah bahwa umur manusia adalah lama hidupnya. Namun, umur yang hakiki adalah waktu yang dia digunakan dalam ketaatan kepada Allah.

Waktu yang digunakan dalam ketaatan inilah umur sebenarnya. Oleh karena itu, kebaikan dan ketaatan akan menambah umurnya yang sebenarnya dan selain itu tidaklah menambah umurnya.

Oleh karena itu, jika seorang hamba berpaling dari Allah dan gemar melakukan maksiat, maka dia berarti telah menyia-nyiakan hakikat umur yang sebenarnya.

Jadi inti permasalahan ini semua: umur seseorang adalah lama kehidupannya. Dan tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali dengan mentaati Allah, nikmat dalam mencintai dan berdzikir pada-Nya, dan selalu mengutamakan untuk mencari ridho-Nya.

Inilah faedah dari Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ad Daa’ wad Dawa’ (Al Jawabul Kafi liman Sa’ala ‘aniddawa’i Asy Syafiy), hal. 65-66, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah

Semoga Allah memberikan kehidupan yang hakiki bagi kita semua dengan selalu mentaati-Nya.

***



Penulis: Muhammad Abduh Tuasikla

sumber : rumaysho

ENERGI PENYEMBUH DALAM AL QUR’AN ANTARA SAIN DAN KEYAKINAN

oleh :Dr. Mohamad Daudah

Ada banyak pasien yang sembuh setiap hari karena membaca al-Qur’an. Kita tidak bisa menolaknya, karena kesembuhan itu benar-benar terjadi. Ini juga terjadi pada diri saya saat membaca ayat-ayat tertentu untuk penyakit tertentu, dan penyakit tersebut pun sembuh!

Setelah melakukan riset, maka salah satu hasil terpenting dari riset yang berlangsung selama beberapa tahun ini adalah: Dalam setiap ayat al-Qur’an Allah meletakkan daya penyembuh untuk penyakit tertentu apabila ayat-ayat ini dibaca dengan bilangan (pengulangan) tertentu.

Pada dasarnya, ketika kita mengamati alam di sekitar kita, maka kita menyadari bahwa setiap satuan atom itu bergetar dalam frekuensi tertentu, apakah atom itu adalah bagian dari metal, air, sel, atau apapun. Ini adalah fakta ilmiah.

Struktur dasar alam semesta ini adalah atom, dan struktur dasar tubuh kita adalah sel. Setiap sel terbuat dari jutaan atom, dan setiap atom terbentuk dari nukleus positif dan elektron negatif yang mengelilinginya. Karena rotasi ini, medan elektromagnetik dihasilkan, sama seperti medan-medan yang dihasilkan oleh suatu mesin.

Atom merupakan struktur dasar pada alam semesta dan juga pada tubuh kita. Ia bergetar secara konstan, dan itu berarti setiap benda itu bergetar dengan sistem yang seksama. Sel-sel juga bergetar dengan sistem yang seksama, dan setiap getaran di sekitar kita memengaruhi sel-sel kita. Rahasia yang membuat otak ini berpikir adalah sebuah program akurat di dalam sel-sel otak kita.

Program ini berada di setiap sel yang melakukan pekerjaannya secara seksama. Penyimpangan terkecil pada pekerjaannya dapat mengakibatkan ketidak-seimbangan dan kekacauan pada sebagian organ tubuh. Terapi terbaik terhadap ketidak-seimbangan ini adalah merestorasi keseimbangan kepada tubuh. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel tubuh itu terpengaruh oleh bermacam-macam gelombang seperti gelombang sinar, gelombang radio, gelombang suara, dan lain-lain. Tetapi, suara apa?

Masing-masing sel di tubuh kita bergetar dengan sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun pada getaran itu akan mengakibatkan sakit pada sebagian organ tubuh. Itulah kenapa sel-sel yang rusak itu harus digetarkan untuk mengembalikan keseimbangan padanya. Kita tahu bahwa suara itu terbentuk dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara dengan kecepatan 340 m/detik. Setiap suara memiliki frekuensi sendiri, dan manusia bisa mendengar suara dengan frekuensi antara 20/detik hingga 20.000/detik.

Gelombang-gelombang tersebut menyebar di udara lalu ditangkap telinga, lalu ia berubah menjadi sinyal-sinyal elektrik, dan bergerak melalui syaraf suara menuju acoustic bark di dalam otak. Sel-sel tersebut menyesuaikan diri dengan gelombang, lalu gelombang tersebut bergerak ke berbagai bagian otak, khususnya bagian depan. Semua organ itu bekerja secara bersama sesuai seirama dengan sinyal-sinyal tersebut, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dipahami manusia. Lalu, otak menganalisa sinyal-sinyal itu dan memberikan perintahnya kepada berbagai organ tubuh untuk menyesuaikan dengan sinyal-sinyal tersebut.

Suara terdiri dari getaran-getaran mekanik yang sampai ke telinga lalu ke sel-sel otak yang menyesuaikan dengan getaran-getaran tersebut, dan mengubah getarannya sendiri. Itulah mengapa suara itu dianggap sebagai energi obat yang efektif, tergantung pada sifat suara itu dan frekuensinya. Kita menemukan energi penyembuh di dalam al-Qur’an karena ia merupakan Kitab Allah.

Dari sinilah muncul terapi suara: Suara adalah getaran, dan sel-sel tubuh itu selalu bergetar, lalu suara memengaruhi sel-sel tersebut. Inilah yang ditemukan para peneliti akhir-akhir ini. Di akhir abad 21 di Washington University, para ilmuwan menemukan bahwa kerja sel otak bukan hanya mentransfer informasi. Masing-masing sel adalah komputer kecil yang bekerja untuk mengumpulkan informasi, memprosesnya, dan memberikan perintah secara konstan. Ellen Covey, peneliti pada Washington University, mengatakan, ‘Untuk pertama kalinya kita menyadari bahwa otak tidak bekerja layaknya satu komputer besar, melainkan berisi sekian banyak komputer yang bekerja secara kooperatif. Ada komputer kecil dalam setiap sel, dan komputer-komputer tersebut dapat terpengaruhi oleh getaran di sekitarnya, khususnya suara.

Gambar: Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa di dalam tiap-tiap sel dalam otak terdapat komputer supermini di mana Allah menginstal program akurat yang mengatur sel dan mengontrol kerjanya. Eksperimen juga menunjukkan bahwa suara dapat memengaruhi sel. Ini adalah gambar sel yang terpengaruh oleh suara, dan medan elektromagnetik terbentuk di sekitarnya.

Jadi, dapat kami katakan bahwa sel-sel tiap organ tubuh itu bergetar dalam frekuensi tertentu, dan membentuk sistem yang kompleks dan koordinatif, yang dapat terpengaruh oleh suara di sekitarnya. Penyakit yang menjangkiti suatu organ tubuh itu dapat mengakibatkan perubahan pada getaran sel-sel organ tersebut, dan pada kelanjutannya membuatnya menyimpang dari sistem tubuh secara umum. Itulah mengapa ketika tubuh dihadapkan pada suara tertentu, maka suara itu memengaruhi getaran sistem tubuh, khususnya pada organ yang tidak normal. Organ ini akan merespon suara tertentu untuk mengembalikan sistem getarannya yang orisinal, atau dengan kata lain, mengembalikan kondisi kesehatannya. Para ilmuwan menemukan hasil-hasil tersebut belakang ini.


sumber : eramuslim