Hari yang menurutku sangat menyenangkan. Allah menunjukkan jalanNya, dan kini aku yang berusaha untuk menuju hasil itu. Aku selalu ingat apa yang sering aku katakan pada teman-temanku bahwa untuk mendapatkan sesuatu jangan result oriented tapi prosesnya yang harus benar-benar di manfaatkan. Sebenarnya dari proses itu lah kita akan mendapatkan hal yang berbeda yang jauh lebih penting dari hasil yang kita inginkan. Banyak hal-hal yang luar biasa ternyata dalam proses itu. Tapi sayang, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa proses itu lebih berharga dari hasil. Aku berbicara seperti ini bukan karena aku sok tau tapi aku merasakannya sendiri. Menurut aku, apa yang kita ucapkan haruslah kita rasakan terlebih dahulu sebelum kita bicara dengan orang lain. Sekarang aku semakin yakin dengan Allah, Dia-lah sumber kekuatanku. Dia mengajariku begitu banyak pelajaran yang sangat berharga yang tidak bisa di dapatkan di Universitas, sekolah atau lembaga manapun, menurutku. Kehidupan inilah yang mengajariku kehidupan yang sesungguhnya. Aku tak tahu harus bagaimana berterimakasih kepada Allah, begitu banyak yang telah Allah berikan padaku tapi aku masih jua seperti ini. Seakan tidak ada kemajuan dalam beribadah kepadaNya. Saat aku merasa jauh dengan Allah, aku merasa Allah semakin jauh. Dan saat aku mendekatkan satu centimeter kepadaNya, aku merasakan begitu dekatNya Dia denganku. Begitu PemurahNya Engkau.
Satu langkah kaki ku menginjak proses, kini aku harus melanjutkan proses itu agar aku mendapatkan hasil maksimal. Aku tak peduli apa yang akan aku dapatkan nanti, gagal atau sukses. Tak masalah bagiku, karena aku sangat yakin bahwa apapun yang terjadi dari apa yang aku kerjakan ada hal lain yang lebih yang tidak pernah aku sangka-sangka. Di sinilah ‘amazingnya’ peristiwa yang Allah berikan padaku, begitu berharganya hikmah yang dapat aku ambil dari setiap kejadian yang aku alami. Mungkin tak banyak orang yang menyadari hal ini, karena mereka hanya ingin hasil. Aku pun mulai memikirkan semua yang terjadi dalam hidupku ternyata semua berisi pelajaran. Sabar, ikhlas, positive thinking, kerja keras, mandiri, ramah, supel, dan masih banyak hal lainnya yang aku dapat.
Aku sangat menggantungkan hidupku pada Allah. Biarlah Allah melihat usahaku terlebih dahulu. Andai kata aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan, aku sudah berusaha semaksimal mungkin dan bersabar untuk mendapatkannya lain kali. Jika aku berusaha lagi dan tidak mendapatkannya kembali, bukan hal penghalang untukku atau beban, aku yakin Allah memberikan yang aku butuhkan walau aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Optimistis juga positive thinking itu sangat di butuhkan saat kita mengejar apa yang kita inginkan karena saat kita berusaha mati-matian untuk mendapatkannya lalu kita gagal mendapatkannya kita tidak akan kecewa dan tetap berdiri tegak.
Lihatlah ke bawah agar kita menjadi orang yang bersyukur. Jangan lihat ke atas, bisa-bisa kita jatuh dan pasti sakit sekali rasanya. Tak dapat di pungkiri kebanyakan orang menilai bahwa rumput tetangga lebih hijau, tapi sebenarnya boleh jadi rumput kita sendiri yang lebih hijau. Kita tidak tahu rumut tetangga itu di rawat atau tidak, kita hanya melihat dari luar tanpa tahu keadaan yang sebenarnya dari si rumput itu.
Subhanallah, aku tidak pernah berpikir mendapatkan kehidupan yang begitu indah seperti saat ini yang aku rasakan. Aku ingin menularkan kepada mereka bahwa hidup ini tak seberat bayangan mereka. Apa yang mereka takutkan sesungguhnya tidak begitu besar jika kita mau masuk ke dalamnya. Sesuatu hal yang belum di coba tidak akan kita ketahui bagaimana ia. Tapi lain halnya saat kita telah merasakannya, mau bilang enak atau tidak enak kan sudah merasakan. Tapi jika kita belum merasakan apa pantas mengatakan sesuatu itu enak atau tidak?
Sungguh aku ingin berbagi dengan kalian tentang apa yang aku rasakan selama hidup 20 tahun ini, kurang lebih. Dan aku pun ingin kalian berbagi apa yang belum aku ketahui tentang kehidupan ini. Tentu pengetahuan kita akan semakin luas jika kita sharing, berbagi ilmu dan pengalaman, berbagi cerita. Tapi sayang ya kalian seolah enggan untuk berbagi, apa karena aku tidak boleh mengetahui apa yang kalian alami? Atau pengalaman kalian terlalu mahal untuk begitu saja di ceritakan kepadaku? Sayang pula kalian seolah enggan dan keberatan jika aku mengucapkan sepatah dua patah kata yang aku patah patahkan sehingga menjadi kalimat yang terpatah-patah. Telinga kalian seolah berbisik pada telingaku, hey bilangin tuh ama si mulut jangan ngoceh mulu males gue dengerinnya.
Kapan aku mendapatkan teman yang satu paham denganku, satu pemikiran, satu rasa, satu jiwa, satu hati? Sepertinya aku belum mendapatkannya. Ada beberapa tapi mereka terlalu tertutup. Ada yang terbuka tapi tak sepaham. Aku berusaha saja lah dalam pencarian teman sejatiku itu. Semoga saja tak lama lagi aku mendapatkannya, Allah sudah memberi jalan tinggal aku saja yang menjalankan. Kuatkan aku :)
penulis
-imar-
Allah adalah sumber kekuatanku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar